Just another weblog

Kuliah setelah lulus SMA merupakan tradisi dalam keluarga saya. Hal tersebut bukan masalah yang besar, namun hal tersebut menjadi berat ketika Perguruan Tinggi yang harus dimasuki adalah perguruan tinggi negri (PTN). Menurut saya masuk PTN bukan sesuatu yang mudah karena setelah beberapa kali mengikuti Try-out selalu gagal atau lulus di PTN yang tidak favorit. Oleh karena itu, saya berusaha keras agar dapat memasuki PTN favorit.

Semester terakhir di SMA merupakan hal terberat pada masa SMA. Semua teman-teman SMA pasti akan merasakan tersebut. Target lulus SMA dan kuliah di PTN favorit menjadi tekanan terberat. Orangtua akan sangat kecewa jika saya tidak masuk PTN apalagi sampai tidak lulus SMA. “ mau ditaruh dimana muka orangtua saya”. Obrolan yang beredar hampir setiap hari adalah “abis lulus SMA mau kuliah atau kerja?” atau “nanti mau ngelanjutin kuliah dimana?”. Setiap orang pasti menginginkan hasil yang terbaik. Termasuk saya yang bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik tersebut. Tekanan semakin berat dari hari ke hari menjelang ujian nasional.

Alhamdulillah, saya mendapat angin segar karena mendapat tawaran masuk PTN. Saya tidak tahu menahu gambaran tentang PTN tersebut karena sedikit sekali malah hampir tidak ada informasi dari sanak saudara ataupun teman-teman. PTN tersebut adalah IPB (Institut Pertanian Bogor). Saya tidak membuang tempo dan langsung memberitahu kedua orang tua. Kedua orangtua tidak terlalu mempermasalahkan saya kuliah dimana asalkan kuliah di PTN. Masalah yang muncul berikutnya adalah “jurusan apa yang akan saya ambil di IPB?”. Pertanyaan tersebut terus terngiang-ngiang dipikiran saya. Saya sulit menentukan jurusan apa yang akan saya ambil di IPB.

Kebanyakan dari jurusan yang ditawarkan IPB  saya tidak mengetahuinnya, misal : Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Ekonomi dan Sumber Daya Lingkungan, Ilmu Produksi dan Teknologi Pertanian dan Arsitektur Lanskap. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih jurusan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) pada pilihan pertama dan Teknologi Industri Pertanian sebagai pilihan kedua. Alasan saya memilih IPTP karena saya memang menyukai ilmu teknologi seperti pada mesin dan saya melihat IPTP termasuk salah satu jurusan yang peminatnya lebih banyak dibanding jurusan lain. Dalam pikiran saya akan mempelajari teknologi mesin dan saya dapat kuliah di jurusan favorit di IPB. Hari demi hari berlalu sampailah saat Ujian Nasional. Alhamdulillah, pada saat pengumuman kelulusan saya mendapat kabar baik dengan lulus SMA walaupun bukan dengan nilai terbaik.

Akhirnya saya masuk di IPB dan selama kuliah di IPB akhirnya saya mengetahui bahwa IPTP bukan jurusan yang paling favorit di IPB. Saya tidak lantas kecewa karena apa yang saya bayangkan tidak sama dengan  kenyataanya. Malah ketika masuk departemen pada tahun kedua saya merasa bangga. Selama kuliah di IPB saya sadar bahwa saya sedang belajar menghasilkan salah satu faktor terpenting bagi manusia, bangsa ini dan dunia. “Menghasilkan Protein Hewani Mencerdaskan Bangsa” yang sedang saya pelajari.

Tag Cloud